Semua artikel

Panduan penyewa5 menit baca

Perjanjian sewa rumah: 12 hal yang perlu diperiksa

Periksa 12 bagian perjanjian sewa rumah, termasuk identitas, unit, masa sewa, pembayaran, deposit, perawatan, akses, dan pengakhiran.

Tim Omahmu

Penyewa dan pemilik meninjau perjanjian sewa di meja ruang keluarga
Penyewa dan pemilik meninjau perjanjian sewa di meja ruang keluarga
Daftar isi

Perjanjian sewa rumah biasanya baru dicari lagi saat muncul pertanyaan tentang pembayaran, kerusakan, akses pemilik, pengembalian deposit, perpanjangan, atau pindah keluar. Karena itu, baca isinya baik-baik sebelum ada masalah.

Pemilik dan penyewa bisa mengingat percakapan yang sama dengan cara berbeda. Dokumen yang jelas memberi keduanya satu rujukan.

Sebelum menandatangani atau membayar, luangkan waktu untuk memeriksa 12 bagian ini.

Panduan ini berisi informasi umum, bukan nasihat hukum. Kalau transaksinya bernilai besar, struktur kepemilikannya rumit, atau sudah ada sengketa, minta bantuan profesional yang memahami kondisimu.

1. Identitas dan kewenangan para pihak

Cek siapa yang menyewakan dan siapa yang menyewa. Nama, informasi kontak, dan alamat korespondensi harus cukup jelas untuk menunjukkan pihak yang terikat dalam perjanjian.

Kalau penandatangan bukan pemilik langsung, tanyakan dasar kewenangannya sebagai pengelola atau perwakilan. Pihak yang menerima pembayaran juga harus memang berwenang menawarkan unit dan membuat kesepakatan.

2. Properti dan unit yang disewa

Alamat saja belum selalu cukup, terutama untuk apartemen atau properti dengan banyak kamar.

Nomor unit atau identitas kamar perlu ditulis dengan jelas, begitu juga bagian properti yang boleh digunakan, area bersama, tempat parkir, gudang, dan fasilitas tambahan. Kalau unitnya berperabot, sertakan daftar inventaris beserta kondisi awalnya.

Foto serah terima bisa melengkapi dokumen. Simpan di tempat yang dapat diakses kedua pihak.

3. Tanggal mulai, tanggal berakhir, dan serah terima

Periksa kapan masa sewa secara resmi dimulai dan berakhir. Bedakan tanggal pembayaran, tanggal tanda tangan, dan tanggal penyerahan akses karena ketiganya bisa berbeda.

Dokumen juga perlu menjelaskan kondisi yang harus dipenuhi sebelum check-in, misalnya pembayaran deposit, pelunasan periode pertama, verifikasi identitas, atau penyelesaian perbaikan yang disepakati.

Untuk masa sewa berkala, periksa bagaimana periode berikutnya berjalan dan berapa lama pemberitahuan yang diperlukan untuk berhenti.

4. Harga sewa dan jadwal pembayaran

Nilai sewa harus ditulis bersama periode yang dicakup, baik per bulan, beberapa bulan, maupun seluruh masa sewa.

Yang perlu dicatat antara lain:

  • tanggal jatuh tempo
  • metode dan tujuan pembayaran
  • mata uang
  • cara menerima invoice atau pengingat
  • konsekuensi keterlambatan
  • prosedur jika pembayaran gagal tercatat

Kalau harga bisa berubah saat perpanjangan, cari tahu kapan dan bagaimana perubahan itu diberitahukan. Hindari ketentuan yang memungkinkan harga berubah sepihak tanpa proses yang jelas.

5. Deposit dan cara pengembaliannya

Kalimat "deposit dikembalikan jika tidak ada masalah" belum cukup jelas.

Cari tahu tujuan dan nilai deposit, kapan harus dibayar, kondisi apa yang bisa menyebabkan pemotongan, bagaimana pemeriksaan akhir dilakukan, tenggat pengembalian, dan cara menyampaikan keberatan.

Mintalah agar kondisi awal unit dan inventaris dicatat. Tanpa catatan tersebut, kedua pihak sulit membedakan pemakaian wajar dari kerusakan baru.

Kalau ada beberapa jenis deposit, misalnya untuk unit, kunci, atau akses gedung, minta setiap nama dan nilainya ditulis terpisah.

6. Biaya di luar sewa

Tuliskan siapa yang membayar listrik, air, internet, iuran lingkungan, parkir, kebersihan, dan biaya gedung. Jelaskan apakah biaya memakai nilai tetap, meter, tagihan penyedia, atau pembagian tertentu.

Perhatikan juga biaya saat masuk dan keluar, seperti administrasi gedung, pindahan, pembersihan akhir, atau penggantian kartu akses.

Hindari istilah umum seperti "biaya lain jika ada". Tulis setiap jenis biaya yang mungkin ditagihkan.

7. Perawatan dan perbaikan

Tanggung jawab penyewa, pemilik, dan pengelola perlu dibedakan dengan jelas.

Penyewa umumnya menjaga penggunaan sehari-hari dan melaporkan masalah. Pemilik atau pengelola biasanya menangani kelayakan properti dan kerusakan yang tidak disebabkan penyewa. Detail tanggung jawab tetap perlu disepakati untuk unit tersebut.

Periksa cara melaporkan kerusakan, kontak darurat, kebutuhan persetujuan biaya, akses teknisi, dan cara memeriksa hasil pekerjaan. Jangan hanya mengandalkan janji lisan bahwa "nanti pasti dibantu".

8. Aturan penggunaan dan penghuni

Cek siapa yang boleh tinggal di unit. Baca juga aturan mengenai tamu, hewan peliharaan, merokok, kebisingan, renovasi, usaha dari rumah, dan penggunaan area bersama.

Untuk apartemen atau lingkungan terkelola, mungkin ada peraturan gedung yang terpisah. Minta salinannya sebelum setuju karena aturan tersebut tetap memengaruhi keseharian.

Ketentuannya harus spesifik dan bisa diterapkan. Larangan yang terlalu luas akan sulit ditafsirkan ketika terjadi masalah.

9. Akses pemilik atau pengelola

Selama masa sewa, rumah tersebut menjadi ruang pribadi penyewa. Namun, pengelola mungkin perlu masuk untuk inspeksi, perbaikan, keadaan darurat, atau persiapan menjelang akhir masa sewa.

Perjanjian perlu menjelaskan alasan akses, bentuk pemberitahuan, waktu yang wajar, dan prosedur darurat. Catat siapa yang memegang kunci cadangan dan bagaimana penggunaannya diawasi.

Aturan yang jelas melindungi privasi penyewa sekaligus memungkinkan properti dirawat.

10. Perpanjangan dan perubahan kesepakatan

Periksa apakah perpanjangan terjadi otomatis atau memerlukan persetujuan baru. Catat batas waktu untuk menyatakan minat, perubahan harga, dan dokumen yang harus diperbarui.

Catat perubahan harga, unit, durasi, layanan, atau deposit secara tertulis, baik lewat dokumen perubahan maupun perjanjian baru. Jangan hanya mengedit dokumen lama tanpa menyimpan riwayatnya.

Simpan riwayat versi agar kedua pihak tahu ketentuan mana yang berlaku pada periode tertentu.

11. Pengakhiran lebih awal dan pelanggaran

Tidak semua masa sewa berakhir sesuai rencana. Dokumen perlu menjelaskan kondisi pengakhiran lebih awal, periode pemberitahuan, kewajiban pembayaran, penanganan deposit, dan proses serah terima.

Periksa juga apa yang dianggap sebagai pelanggaran material dan apakah ada kesempatan untuk memperbaikinya. Istilah seperti "melanggar aturan" harus merujuk pada aturan yang memang sudah diberikan.

Jika ada kondisi luar biasa yang ingin diatur, pastikan dampaknya pada pembayaran dan tanggal keluar ditulis dengan masuk akal.

12. Proses check-out dan penyelesaian akhir

Saat check-out, masih ada kondisi unit, inventaris, tagihan, akses, dan deposit yang perlu diselesaikan.

Di bagian ini, cari penjelasan tentang jadwal pemeriksaan, standar kebersihan, pembacaan meter, pengembalian inventaris, tagihan yang belum terbit, penutupan akses, dan perhitungan deposit.

Minta laporan akhir yang menunjukkan setiap potongan atau jumlah yang dikembalikan. Bukti foto dan dokumen pembayaran membantu proses ini berjalan lebih objektif.

Sebelum menandatangani

Sebelum tanda tangan, cek sekali lagi:

  • semua halaman dan lampiran tersedia
  • tidak ada kolom penting yang masih kosong
  • perubahan tulisan tangan dipahami dan disetujui kedua pihak
  • janji perbaikan penting dicatat beserta waktu penyelesaian
  • nilai, tanggal, unit, dan identitas konsisten di seluruh dokumen
  • kamu menerima salinan yang dapat disimpan setelah tanda tangan

Jangan sungkan meminta waktu untuk membaca. Pemilik atau pengelola seharusnya bisa menjelaskan ketentuannya tanpa menekan kamu untuk langsung membayar.

Simpan satu salinan yang bisa dibuka kembali

Setelah ditandatangani, kedua pihak perlu menyimpan versi yang sama beserta seluruh lampirannya. Taruh dokumen di tempat yang mudah ditemukan selama masa sewa dan saat penyelesaian akhir.

Omahmu menyimpan perjanjian, pembayaran, bantuan, dan perubahan bersama riwayat sewanya. Lihat cara kerja proses sewa di Omahmu, atau baca cara memilih kost yang aman dan nyaman.

Diterbitkan dalam kategori Panduan penyewa

  • perjanjian sewa rumah
  • kontrak sewa
  • deposit sewa
  • hak penyewa

Lanjut membaca